bupati karanganyar

 

Sebanyak 177 desa/kelurahan di Kabupaten Karanganyar akan menyelenggarakan Salat Idulfitri dengan perkiraan mencapai 655 lokasi.

Data itu diperoleh Solopos.com dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Karanganyar pada Kamis (22/6/2017). Sementara itu, Bupati Karanganyar, Juliyatmono, dan Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo, akan mengikuti Salat Id berjamaah di Lapangan Berjo, Ngargoyoso. Sebelum ini, Bupati dan Wakil Bupati melaksanakan Salat Id di Masjid Agung Karanganyar, Tawangmangu, Jatipuro.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Karanganyar, Musta’in Ahmad, menyampaikan Salat Idulfitri diselenggarakan di lebih dari 500 lokasi setiap tahun. “Hasil inventarisasi petugas kantor Kemenag kecamatan berdasarkan pengajuan lokasi dari takmir masjid, ormas Islam, maupun kelompok pengajian. Jumlah itu sebetulnya sudah lebih sedikit dibandingkan tahun lalu,” kata Musta’in saat dihubungi Solopos.com, Kamis (22/6/2017).

Musta’in menjelaskan setiap desa menyelenggarakan Salat Idulfitri di 6-7 lokasi. Hal itu karena sekarang umat Islam sudah mau bergabung menyelenggarakan Salat Id. Penggabungan itu diharapkan mempermudah pengamanan lokasi ibadah dan sterilisasi jalan umum.

“Sekarang sudah banyak masyarakat yang mau menyatu menyelenggarakan Salat Id,” tutur dia.

Materi khotbah Salat Id yaitu Karanganyar Sejahtera sebagai tema pokok. Tetapi, dia berharap khatib dapat memasukkan unsur lain, seperti kerukunan antarumat beragama dan menghindari ujaran kebencian.

Sementara itu, Bupati Karanganyar, Juliyatmono, dan Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo, akan mengikuti Salat Id berjamaah di Lapangan Berjo, Ngargoyoso. Yuli, sapaan akrab Juliyatmono, menyampaikan lokasi Salat Id berpindah-pindah menyesuaikan permintaan masyarakat.

“Biasanya saat Salat Id itu saya khatib, Pak Wakil jadi imam. Kalau salat Iduladha bertukar tugas,” tutur Yuli saat ditemui wartawan di Pendapa Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Kamis.

Yuli akan menyampaikan khotbah tentang kemanusiaan. “Sejatinya yang disebut fitrah itu kesucian. Potensi yang diberikan Allah kepada manusia itu kebaikan. Itu harus dikelola baik supaya produktif dan bermanfaat bagi siapa pun.”

Sumber : solopos.com