Tlogo Madirdo

Karena pertimbangan masih sangat rawan konflik, Bupati Juliyatmono meminta Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Lawu Karanganyar untuk menunda pengelolaan sumber air Watupawon, Ngargoyoso.

“Kalau dilakukan sekarang, masih sangat rawan konflik dengan masyarakat sekitar. Masyarakat masih menilai sumber air Watupawon itu menjadi segalanya bagi mereka, terutama untuk sumber irigasi pertanian di wilayah itu. Baik yang pertanian sayur maupun padi. Karena itu jangan dulu,” kata dia.

Bupati mengatakan masih banyak sumber mata air yang bisa dikelola untuk tambahan debit air bagi PDAM. Misalnya sumber air yang ada di Tlogomadirdo. Sumber airnya juga sangat besar yang mungkin bisa dijadikan alternatif.

Alternatif Sumber Air

Selain itu masih sangat banyak sumber air lainnya di wilayah atas Ngargoyoso, tanpa harus mengelola Watupawon. Memang debit airnya sangat besar, sekitar 300 liter perdetik. Namun karena bisa menjadikan konflik horisontal dengan masyarakat sekitar, lebih baik tidak diganggu. Apalagi tahun 2018 adalah tahun politik di Karanganyar karena akan ada pilkada sehingga sekecil apapun munculnya konflik dihindari.

Sebelumnya Dirut PDAM Prihanto mengatakan, pihaknya siap mengelola sumber air Watupawon. Apalagi kawasan itu sudah dibeli dan menjadi hak PDAM sejak beberapa tahun silam. Yang dimanfaatkan juga hanya muntahan dari sumber air tersebut, yang memang sangat besar.

Bupati mengatakan, PDAM disarankan mencari tenag ahli bidang air untuk mendeteksi sumber air di kawasan atas, terutama sekitar Ngargoyoso. Setelah ditemukan, bisa dilakukan pengelolaan agar bisa menjadi sumber air alternatif.

Misalnya di Tlogomadirdo, jika dikeruk dan dijadikan embung atau danau buatan, akan bisa dimanfaatkan menjadi sumber air. Sebab di sana juga ditemukan sumber air besar yang belum tergali selama ini.

 

Sumber : suaramerdeka.com